Di mana Tersimpan Kedamaian?
Assalamualaikum WBT... Alhamdulillah, antara nikmat yang sangat-sangat disyukuri ialah saat Allah SWT gerakkan diri yang penuh kelemahan ini untuk melihat ke dalam hati dengan rasa keinsafan tanpa ada helaian lapisan keegoan yang menghalangi pandangan. Setiap insan lahirnya dengan jalan kehidupan yang unik dan yang terbaik untuknya. Namun mampukah diri meraikan keunikan sesama insan, mengukir senyum meski mata hati masih mencari hikmahnya? Mampukan terus mencari kebaikan dalam cabaran dan takdir yang tersedia? Mampukah diri menghargai nikmat di hadapan mata, menzahirkan syukur di lidah, hati, dan tindakan? Teringat satu doa ni: Nabi Nuh berkata: "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu daripada memohon sesuatu yang aku tidak mempunyai pengetahuan mengenainya (hakikatnya); dan jika Engkau tidak mengampunkan dosaku, dan memberi rahmat kepadaku, nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang rugi" - Surah Hud:47 Kisah Nabi Nuh as merayu (merayu nasib anak...