Acceptance vs Procrastination

SELF-REFLECTION: Acceptance and Procrastination

Assalamualaikum WBT...

Writing has always been the best way to get things off my mind and organized them. And often, writing would be the last ingredient to complete the reflection/recovery phase whenever I got lost in my path. 

As I was reflecting over the last few weeks, these two words keep coming to my mind; acceptance and procrastination. The moment I failed to fully accept things in front of me, I started to shift to the procrastination mode. And that's where everything started to go left. 

The best advice ever for procrastination, I got from my friend = Speed of execution (contoh kerja yang boleh siap satu hari tapi kita buat dua hari, maka matlamat yang kita nak capai dalam 10 tahun akan jadi 20 tahun), sentap terus dengar, bitter truth!

Then, I went back to the 'acceptance' issue. I was pondering, asking myself, why sometimes is it so hard to accept things? 

The answer is in the heart. Cek keadaan hati saat itu.

Sukar menerima, saat hati sedang semakin jauh dari Allah swt, The Best Planner. 
Sukar menerima, saat keyakinan pada Allah swt kian hambar.
Sukar menerima, saat kebergantungan pada Allah swt kian hilang.
Sukar menerima, saat Allah swt tidak lagi menjadi yang utama.
Sukar menerima, saat akhirat tidak lagi menjadi tujuan utama.

Semua keadaan hati ini adakalanya tidak terlihat jelas, terang-terangan kita rasakan, tapi melalui bisikan halus sedikit demi sedikit, ia masuk ke dalam hati, sedikit demi sedikit mengubah paksi hati, mengubah niat dalam tindakan. Sedikit demi sedikit tindakan tersasar dari landasan. Nampak berbuat kebaikan untuk akhirat, tetapi tanpa sedar paksinya telah tersasar. Maka hilanglah semuanya menjadi abu. 

Allah swt sedang mentajdid niat, memelihara diri agar sentiasa dalam landasanNya. Hebatnya dan indahnya Kasih sayang Allah swt pada hamba-Nya.

Semakin banyak menimba ilmu, semakin mencabar licik dirasakan bisikan halus ini. Namun, darinya, diri lebih memahami ilmu, lebih berusaha menterjemahkan ilmu dalam tindakan dalam usaha memerangi bisikan ini. Semoga kita sentiasa menang dalam peperangan sepanjang zaman ini. 

Semoga setiap ilmu menjadi cahaya penyuluh kehidupan. 

Apapun yang diusahakan dalam hidup ini, utamanya ingin mencari redha Allah swt, ingin hidup yang barakah. Nak tahu hidup kita barakah atau tidak, lihat pencapaian ketaatan kita pada Alllah swt setiap hari. 

Teringat formula PAW (Performance - Ability - Worth) bonda; 

Pencapaian ketaatan kepada Allah swt = Keupayaan menimba ilmu = Nilai di sisi Allah swt. 

Andai ketaatan pada Allah swt makin sedikit, itulah kayu ukur niat dalam tindakan telah tersasar dari paksinya. Mungkin tidak kelihatan jelas pada awalnya, tapi percikan darinya akan dapat dirasai. Moga Allah swt sentiasa celikkan hati untuk sedar dan merasai percikan ini saat ia hadir. Moga saat ia hadir, Allah swt pimpin hati untuk kembali dekat pada-Nya.

Audit diri, apa yang ku cari selama ini? (boleh revise nota 7am 16.11.2021) 


Alhamdulillah. Kini aku lebih kenal diri ku. 

Terima kasih Allah swt, terima kasih bonda.

Comments

Popular posts from this blog

Proses permohonan dan temu duga Program Pelajar Cemerlang (PPC) Luar Negara 2014, JPA

Biasiswa Yang Di-Pertuan Agong (BYDPA) 2016/2017

Anugerah Pelajaran DiRaja UiTM 2013